Penyebab kebakaran di dua ruangan Sekretariat KPU Kaltim di Samarinda pada Senin pagi lalu terus diusut aparat. Selasa kemarin Polresta Samarinda bersama tim forensik dari Surabaya menggelar olah TKP lanjutan. Dikatakan Kasat Reskrim Kompol Feby DP Hutagalung, mengacu pada kejadian terbakarnya ruangan di lantai dua gedung KPU Kaltim, maka pihaknya meminta pada tim laboraturium forensik Surabaya untuk terjun langsung dan mengadakan pemeriksaan lanjutan.

“Jadi ada tiga orang dari tim forensik Surabaya yang diturunkan hari ini. Mereka melakukan pemeriksaan dan olah TKP,” ujarnya.

Feby menjelaskan, sementara ini pihaknya belum bisa mengekspos hasil pemeriksaan olah TKP tersebut. Pasalnya, hasil yang sudah tercatat oleh tim forensik, akan dibawa ke Surabaya dan diteliti di sana. “Hasilnya mau dibawa ke Surabaya dulu, belum bisa diekspos,” katanya.

Meski demikian, Feby mengaku jika pihaknya berhasil mengamankan dua barang mencurigakan dari atas plafon tempat terbakarnya ruang data tersebut. Namun belum bisa dipastikan apakah barang tersebut adalah barang bukti yang mengakibatkan kebakaran.

“Jadi ada beberapa barang yang belum bisa disebutkan secara detail, berhasil diamankan. Barang tersebut mungkin bisa diduga tapi belum bisa disimpulkan apakah berkaitan dengan terjadinya kebakaran.Barang tersebut juga akan dibawa ke Surabaya untuk pemeriksaan selanjutnya,” jelasnya.

Terkait saksi-saksi yang diperiksa, Feby mengatakan kalau pihaknya baru memeriksa empat orang saksi pada saat kejadian. Selanjutnya, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi lain.

“Sampai saat ini, kami sudah memeriksa empat orang saksi. Tetap akan ada pemeriksaan pada saksi-saksi lain terutama yang menempati ruangan yg terbakar saat ini,” tutupnya.

Informasi lain diutarakan oleh Sekretaris KPU Kaltim, Syarifudin Rusli. Ia mengatakan polisi mengamankan kaleng thinner atau pengencer cat yang dikenal mudah terbakar yang ada di plafon, serta mengambil hasil rekaman CCTV.

“Barang bukti dibawa ke Surabaya untuk diteliti, mereka bilang dalam minggu ini hasilnya bisa keluar. Hingga saat inin kami masih beranggapan peristiwa kemarin akibat dari korsleting listrik. Kita tidak berharap ada indikasi sabotase didalamnya, makanya polisi meminta rekaman CCTV kami,” kata Rusli.

Untuk mengantispasi hal tersebut terjadi kembali mengingat Pemilu Legislatif (Pileg) semakin dekat, pihaknya meminta bantuan pihak kepolisian untuk menjaga keamanan kantor.

“Alhamdulillah, dari kemarin dua polisi sudah berjaga. Seterusnya kami berharap mereka dapat memantau. Meskipun anggaran minim, mau tidak mau kita lakukan untuk keamanan kantor yang bebrisikan data-data penting terlebih logistik Pileg,” bebernya.

KPU Kaltim berharap Pemdaharusnya peka terhadap kejadian ini. Pemda harusnya melalui Satpol PP insiiatif untuk menambah pasukan kemanan menjaga kantor KPU. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kemunculan dari SKPD terkait.

“Tanggung jawab pelaksanaan Pemilu bukan hanya di tangan KPU, berdasarkan UU Pemda juga turut bertanggungjawab atas terselenggaranya Pemilu.  Bayangkan KPU hanya dijaga satu orang per delapan jam. Kantor ini besar, masa’ Pemda tidak mau membantu? Paling tidak mengarahkan Satpol PP untuk berjaga di sini. Alat kantor banyak , belum lagi logistik menjelang Pileg. Kita menunggu terus, tapi Kesbangpol dan Satpol PP tidak juga datang melihat,” selorohnya.

Pihaknya juga dalam waktu dekat akan menghadap Gubernur untuk meminta Pemda mengganti instalasi listrik kantor KPU karena dinilai sudah lama. Gedung tersebut merupakan gedung pinjam pakai dari Pemprov, pihaknya mengaku tidak mempunyai anggaran untuk melakukan pembaruan instalasi listrik kantor.

“Kami memohon kepada Pemda untuk mengecek instalasi listrik yang ada di kantor KPU, karena sudah berpuluh tahun belum pernah diganti. Anggaran APBN untuk perbaikan kantor hanya Rp63 Juta dalam setahun itupun hanya sanggup menutupi pemeliharaan. Kami berharap Pemda dan DPRD dapat menimbang untuk kami diberikan bantuan perbaikan instalasi listrik,” tandasnya (fac/yaz)